“Tanggal berapa kita kirim formulir lomba kita wis?”
“15 November ini penutupan gelombang I pendaftaran dan pengumpulan juga loh Cin..!!” dengan nada
katusnya wiska menjawabku. Dia memang begitu khas bgt bataknya. Ya walaupun aku
juga orang Batak, tapi paling gak aku gak begitu terkontaminasi. Tapi gitu-gitu
doi sebenarnya hearted banget sih.
Aku menarik kalender meja yang kudapat dari toko donat
tempat kita sering nongki berdua tahun lalu, tepatnya anak muda menyebutnya
kencan. Alam membawaku berpikir lebih matang. Lebih matang dari umurku yang aktual.
Aku tak tahu kemana kau dan aku membawa hubungan kita kala itu. Masih jelas di
ingatanku bagaimana kala itu sebenarnya kita selalu punya bahan tertawaan tapi
konyol sih bagiku saat ini.Ah.. damn, get out from my mind! Entah kenapa aku
jadi memikirkanmu karena melihat tanggal
yang ku tandai dengan gelungan bentuk hati di awal tahun ini. Yaitu tanggal dua
hari lalu dimana aku disitu benar-benar gak ingat itu seharusnya hari jadi
hubungan kita kalau kita masih mempertahankan eksitensi hubungan kita. Tapi itu
freak, karena hubungan yang hanya berfokus ke aku dan kamu ga akan bawa aku dan
kamu catch up!
Aku udah lama sih gak percaya ramalan dan tanggal2 lucky.
Bullshit semua itu. Buktinya walaupun dulu kamu sumpah sehidup semati, udah
ngelantur gombalin sana sini, tanggal jadian itu aja berlalu tanpa ada
panggilan batinku. It’s over dude! Aku tahu kok mau mengarahkan pikiran kemana.
Lomba itu menungguku. Belum lagi Skripsi waiting for me.Terlalu singkat hanya
dihabiskan untuk orang semacam kamu yang bikin banyak cewek seperti objek
penelitian skripsi. Cocokkan kriteria inklusi dan exclude semua yang merupakan kriteria eksklusi. Go away!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar