Rabu, 04 November 2015

Aku bukan objek penelitian



“Tanggal berapa kita kirim formulir lomba kita wis?”
“15 November ini penutupan gelombang I pendaftaran dan  pengumpulan juga loh Cin..!!” dengan nada katusnya wiska menjawabku. Dia memang begitu khas bgt bataknya. Ya walaupun aku juga orang Batak, tapi paling gak aku gak begitu terkontaminasi. Tapi gitu-gitu doi sebenarnya hearted banget sih.
Aku menarik kalender meja yang kudapat dari toko donat tempat kita sering nongki berdua tahun lalu, tepatnya anak muda menyebutnya kencan. Alam membawaku berpikir lebih matang. Lebih matang dari umurku yang aktual. Aku tak tahu kemana kau dan aku membawa hubungan kita kala itu. Masih jelas di ingatanku bagaimana kala itu sebenarnya kita selalu punya bahan tertawaan tapi konyol sih bagiku saat ini.Ah.. damn, get out from my mind! Entah kenapa aku jadi memikirkanmu karena melihat  tanggal yang ku tandai dengan gelungan bentuk hati di awal tahun ini. Yaitu tanggal dua hari lalu dimana aku disitu benar-benar gak ingat itu seharusnya hari jadi hubungan kita kalau kita masih mempertahankan eksitensi hubungan kita. Tapi itu freak, karena hubungan yang hanya berfokus ke aku dan kamu ga akan bawa aku dan kamu catch up!
Aku udah lama sih gak percaya ramalan dan tanggal2 lucky. Bullshit semua itu. Buktinya walaupun dulu kamu sumpah sehidup semati, udah ngelantur gombalin sana sini, tanggal jadian itu aja berlalu tanpa ada panggilan batinku. It’s over dude! Aku tahu kok mau mengarahkan pikiran kemana. Lomba itu menungguku. Belum lagi Skripsi  waiting for me.Terlalu singkat hanya dihabiskan untuk orang semacam kamu yang bikin banyak cewek seperti objek penelitian skripsi. Cocokkan kriteria inklusi dan exclude semua yang merupakan kriteria eksklusi. Go away!